Empat Motor Mahasiswa Hilang, Keamanan Unila Baru Sibuk Patroli

Usai empat motor hilang di Unila, pihak keamanan baru melakukan patroli diare kampus. Foto: Wildanhanafi/onetime.id.

Onetime.id, Bandar Lampung – Sistem keamanan Universitas Lampung (Unila) kembali disorot setelah serangkaian kehilangan motor terjadi di berbagai titik kampus.

Ironisnya, peningkatan pengawasan justru baru tampak setelah kasus-kasus tersebut viral dan dilaporkan korban.

Patroli keamanan yang sebelumnya dinilai longgar kini mendadak diintensifkan.

Satpam terlihat menyisir area-area yang selama ini dikenal rawan pencurian, termasuk lokasi parkir yang sebenarnya sudah lama dilarang, tetapi tetap dibiarkan dipenuhi kendaraan mahasiswa.

Respons reaktif ini memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas sistem pengamanan kampus. Sejumlah mahasiswa menilai langkah tersebut terlambat.

Kasus kehilangan berulang kali terjadi tanpa ada tindakan pencegahan serius, termasuk pengawasan di pintu masuk kampus yang selama ini dianggap paling longgar.

Saat melakukan patroli keliling menggunakan mobil dinas, seorang satpam terdengar memberi peringatan kepada mahasiswa yang memarkir motor di area terlarang.

“Banyak predator ini. Kalau sudah hilang nangis, laporan Satpam,” ujarnya saat mengelilingi are kampus dengan sirine mobil patroli pada Senin, (24/11/2025).

Ia menegaskan sebagian besar motor yang hilang berada di zona parkir liar area yang sejak awal bukan lokasi parkir resmi.

“Anda saja tidak memperhatikan kendaraan. Ini parkir liar, bukan parkir resmi. Tolong kesadarannya,” katanya.

Satpam tersebut juga menyebut bahwa pencurian kembali terjadi pada pagi hari.

“Tadi pagi sudah ada yang hilang,” ujarnya sembari meminta mahasiswa lebih waspada dan tidak memarkirkan kendaraan jauh dari area pengawasan.

Kendati patroli diperketat sejak kasus mencuat, mahasiswa berharap Unila melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengamanan pintu masuk, penataan parkir, dan penambahan personel.

Tanpa itu, risiko kehilangan kendaraan diperkirakan akan terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *