Onetime.id, Bandar Lampung – Seorang satpam Universitas Lampung (Unila) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejumlah titik parkir di kampus memang rawan pencurian karena minim pengawasan.
Ia menyebut beberapa kasus kehilangan kendaraan terjadi di lokasi yang sebenarnya sudah lama dilarang untuk parkir.
“Ya, ada yang nggak kebagian dijaga. Kita memang kekurangan (personel),” ujarnya saat ditemui di lingkungan kampus.
Menurut dia, penambahan jumlah satpam sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu.
Namun kebijakan dari pemerintah pusat belum memberikan izin rekrutmen baru.
“Kita kan di bawah pemerintah pusat, pusat peranti pendidikan. Dari sana belum ngizinin ada penambahan,” katanya.
Ia mengakui, sebagai petugas lapangan, kewenangannya terbatas. Untuk penjelasan lebih detail, ia menyarankan konfirmasi langsung kepada komandan satpam bernama Akwan SH., MH.
“Saya ini anak buah di sini, pangkat terendah. Lebih jelasnya ketemu komandan saja,” ucapnya.
Meski area belakang kampus telah lama dipasang rambu larangan parkir, mahasiswa disebut tetap membandel.
“Sudah dianjurkan dari zaman dulu, nggak boleh parkir di situ. Tapi tetap diparkirkan saja, padahal nggak ada yang jaga,” katanya.
Di tengah percakapan, petugas itu bahkan menerima laporan kehilangan motor terbaru yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.
“Ada yang hilang lagi barusan, di lapangan,” kata seorang petugas lain yang menghampiri.
Kasus pencurian motor di Unila kembali mencuat setelah beberapa kendaraan mahasiswa dilaporkan hilang dalam waktu berdekatan.
Diberitakan sebelumnya, rangkaian pencurian motor kembali membayangi Universitas Lampung (Unila).
Pada Senin, 24 November 2025, satu unit sepeda motor milik mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dilaporkan hilang di kawasan lapangan kampus.
Informasi ini diperoleh melalui penelusuran onetime.id yang mencatat motor raib sekitar pukul 09.00 WIB.
Dari pantauan lapangan, kawasan dalam kampus tampak terbuka tanpa penyaringan akses.
Masyarakat umum terlihat bebas keluar-masuk Kampus Hijau tersebut tanpa pemeriksaan, sementara palang pintu di bundaran utama tak berfungsi.
Di depan lapangan Unila, puluhan motor terparkir di bahu jalan tanpa pengawasan satpam.
Situasi ini memantik keresahan mahasiswa yang menilai kampus kian tak aman.
“Siapa aja bisa masuk, sudah kayak pasar bebas. Masyarakat manapun dan kapanpun bisa masuk Unila,” ujar seorang mahasiswa Fakultas Teknik yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pencurian ini bukan peristiwa pertama dalam pekan yang sama. Sabtu sebelumnya, 22 November 2025, sebuah Honda Vario 125 milik pelajar Tondi Satria Muhammad Nurul hilang di parkiran Kolam Renang Unila.
Polisi menyebut pelaku diduga profesional karena berhasil merusak rumah kunci dan membawa kabur kendaraan di tengah keramaian tanpa memicu kecurigaan.
Kerugian korban ditaksir mencapai Rp16,5 juta. Polisi tengah menelusuri jejak kendaraan berdasarkan nomor rangka dan mesin yang sudah dicatat.
Kanit SPKT Regu III Polsek Kedaton, Aiptu Zainal Fanany, membenarkan laporan tersebut dan menyebut penyelidikan masih berlangsung.
Keluarga korban, Ulil Fitriah, mengungkapkan fakta mencengangkan: motor Tondi bukan satu-satunya yang hilang hari itu.
“Per hari ini sudah tiga motor yang hilang di Unila,” kata Ulil.
Dua motor lain dilaporkan lenyap di pelataran Rektorat.
Data ini dikuatkan oleh Polsek Kedaton yang menerima tiga laporan kehilangan dari lingkungan kampus dalam waktu berdekatan.
Ulil juga menyesalkan minimnya tanggapan kampus.
Ia menyebut pihak Unila hanya menyerahkan rekaman CCTV kolam renang tanpa tindak lanjut lebih jauh.
“Keamanan tidak ada yang jaga, padahal pengunjung kolam renang bayar tiket masuk Rp20 ribu,” ucapnya.
Serangkaian kejadian ini menggambarkan celah sistemik dalam tata kelola keamanan kampus.
Akses terbuka tanpa kontrol, palang pintu tidak berfungsi, area parkir tanpa penjagaan, minim respons ketika kasus terjadi.
Situasi tersebut membuka peluang bagi pencuri bermanuver leluasa.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, saat dikonfirmasi onetime.id, memberikan jawaban singkat.
“Saya koordinasi dulu ya. Terima kasih laporannya,” ujarnya saat dikonfirmasi redaksi onetime.id. pada Sabtu, (22/11/2025) malam.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum tampak langkah konkret dari pihak kampus untuk memperbaiki manajemen keamanan maupun memulihkan rasa aman mahasiswa.
Sementara penyelidikan polisi terus berjalan, mahasiswa diminta meningkatkan kewaspadaan terutama di area parkir terbuka yang selama ini menjadi titik rawan.





