Blunder SMA Siger, Pemerhati: Eva Dwiana Menutupi Gagal Urus Kota

SMA Seiger di Bandar Lampung. Dok: Ist

Onetime.id, Bandar Lampung – Pemerhati kebijakan hukum, sosial, dan publik, Benny N.A. Puspanegara, angkat suara soal polemik pendirian SMA Siger yang digagas Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

Benny menduga, langkah itu merupakan cara Eva mengalihkan perhatian dari berbagai persoalan yang tak terselesaikan di kota ini.

“Ini cara-cara lama, menutupi kegagalan dengan manuver populis. Tapi sekarang publik sudah cerdas, tak bisa lagi ditipu oleh ilusi kekuasaan,” kata Benny kepada wartawan, Kamis, (11/7/2025).

Ia menyindir pendirian SMA Siger yang dinilainya terburu-buru dan tanpa landasan regulasi yang memadai.

“Mana ada bikin sekolah ujug-ujug kayak orang kebelet. Harusnya lewat kajian mendalam dan aturan yang jelas,” ujarnya.

Benny juga menyoroti sikap diam DPRD Kota Bandar Lampung. Ia mempertanyakan di mana fungsi pengawasan legislatif terhadap langkah-langkah kontroversial kepala daerah.

“Sejak dilantik sampai hari ini, tidak terdengar gebrakan maupun sikap tegas DPRD Kota. Terutama pimpinannya. Ini tak mampu atau memang kalah taji dengan Wali Kota?” kritik Benny.

Menurutnya, pimpinan DPRD seharusnya menjadi yang terdepan dalam mengawasi jalannya pemerintahan, apalagi mereka berasal dari partai penguasa yang juga menjadi pengusung Eva Dwiana saat Pilkada.

“Kalau cuma diam dan ikut arus, buat apa jadi pimpinan? Jabatan itu bukan cuma soal koneksi, tapi soal kapasitas. Kalau tidak mampu mengontrol kebijakan yang ‘ugal-ugalan’, ya sebaiknya mundur secara terhormat,” sindir Benny, yang juga menjabat Sekjen Bangsawan Muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *