Onetime.id, Pesawaran – Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Raya (PD PIRA) Provinsi Lampung menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 di Kabupaten Pesawaran dengan menggelar aksi sosial dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan organisasi sayap Partai Gerindra tersebut diisi dengan penyerahan 150 paket sembako kepada 150 janda, penanaman pohon, serta pelepasan benih ikan di Sungai Bronjong, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan.
Mengusung tema “18 Tahun PIRA Perempuan Berdaya, Bergerak Bersama, Peduli Sesama dan Lingkungan”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian alam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan 150 paket sembako secara simbolis kepada para penerima manfaat.
Acara dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama, kemudian pelepasan benih ikan ke perairan umum di Sungai Bronjong.
Penanaman pohon dan penebaran benih ikan tersebut diharapkan dapat mendukung keseimbangan ekosistem, menjaga kelestarian sumber daya alam, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini dihadiri Pembina PD PIRA Provinsi Lampung yang juga Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.
Hadir pula Ketua PD PIRA Provinsi Lampung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Hj. Ely Wahyuni; Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H., serta Pembina PIRA Pesawaran yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, S.E., M.M.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Fraksi Gerindra, Riza Fahlevi, S.Farm., jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Camat Way Lima, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan kader dan pengurus PIRA dari seluruh wilayah Lampung.
Wakil Bupati Pesawaran Tekankan Peran Perempuan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengawali pidato menggunakan bahasa Lampung.
Hal ini sejalan dengan semangat pelestarian budaya daerah yang didorong melalui Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat.
Antonius mengapresiasi perjalanan 18 tahun PIRA sebagai wadah perjuangan perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, baik di parlemen, birokrasi pemerintahan, maupun pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Saat ini perempuan tidak lagi berada di belakang. Di parlemen maupun birokrasi pemerintahan, keterwakilan perempuan sangat diperhitungkan. PIRA telah menjadi pelita bagi perempuan Indonesia menuju kesetaraan dan kemajuan,” ujar Antonius.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran berkomitmen terus bersinergi dengan PIRA dalam mendukung program pembangunan daerah, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
PIRA Lampung Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat
Sementara itu, Ketua PD PIRA Provinsi Lampung, Hj. Ely Wahyuni, mengatakan peringatan HUT ke-18 tidak sekadar menjadi ajang perayaan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap PIRA dapat terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap program pemerintah.
“Harapan kami, semoga PIRA bisa semakin memberi manfaat kepada masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat, dan bisa membantu pemerintah dalam membentuk generasi bangsa ke depan yang lebih berkualitas,” ungkap Ely Wahyuni.
Melalui kegiatan tersebut, PIRA Lampung ingin menegaskan bahwa peran perempuan tidak hanya berkaitan dengan politik dan keterwakilan di ruang publik, tetapi juga mencakup kepedulian sosial, penguatan keluarga, serta pelestarian lingkungan hidup.
Peringatan HUT ke-18 ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh kader PIRA untuk terus bergerak bersama, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.






