Onetime.id, Bandar Lampung– Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Anas Urbaningrum, mengapresiasi pelaksanaan Basic Training Raya HMI Cabang Bandar Lampung yang melibatkan kader dari berbagai komisariat.
Menurut Anas, kegiatan tersebut merupakan terobosan yang patut dibanggakan karena mampu menghimpun peserta dalam jumlah besar melalui kolaborasi lintas komisariat.
Anas mengaku bangga sebagai senior HMI dapat mengikuti proses pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap inisiatif serupa dapat dikembangkan secara kreatif oleh cabang-cabang HMI lainnya di Indonesia.
“Ini inisiatif yang bagus. Mudah-mudahan bisa diimitasi secara kreatif oleh cabang-cabang yang lain. Menjadi virus yang baik, yang menular ke mana-mana,” ujar Anas usai mengisi materi kepada ratusan peserta Basic Training Raya pada Selasa, (13/10/2026).
Ia menilai, hal terpenting dari pelaksanaan Basic Training Raya bukan semata-mata jumlah peserta yang terlibat, melainkan munculnya optimisme terhadap masa depan organisasi mahasiswa Islam tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi sinyal bahwa HMI masih memiliki energi dan harapan untuk terus berkembang melalui regenerasi kader.
“Yang paling penting dari peristiwa Basic Training Raya ini adalah bahwa denyut masa depan HMI itu terasa,” katanya.
Anas berharap energi positif dari kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan di Bandar Lampung, tetapi juga menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia bahkan menyebut Basic Training Raya sebagai peristiwa historis yang berpotensi menjadi bagian penting dari perjalanan perkaderan HMI.
Anas menjelaskan, kegiatan perkaderan dengan jumlah peserta besar sebenarnya pernah berlangsung di sejumlah daerah.
Namun, menurut dia, pelaksanaan yang melibatkan peserta lintas komisariat menjadi pembeda dari pola kegiatan yang biasanya diselenggarakan oleh satu komisariat.
“Biasanya cuma satu komisariat, ini lintas komisariat. Karena itu ada terminologi rayanya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anas berpesan agar Basic Training Raya menjadi momentum bagi kader-kader baru untuk menumbuhkan keyakinan sekaligus keberanian dalam memperjuangkan masa depan organisasi.
Ia menegaskan, keberlanjutan HMI sangat bergantung pada kesediaan kader untuk mengambil peran, menjaga semangat perjuangan, dan membangun organisasi secara berkelanjutan.
“HMI punya masa depan dan masa depan itu berani mereka perjuangkan,” tegasnya.
Pelaksanaan Basic Training Raya ini berlangsung di tengah momentum Kongres HMI yang digelar di Provinsi Lampung.
Kehadiran forum nasional tersebut menjadi kesempatan bagi kader HMI dari berbagai daerah untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah gerak himpunan ke depan.






