Dari Kenangan Cibubur ke Lampung: PJ91 Bersatu, Menyulam Kembali Jejak Pengabdian

Onetime.id, Bandar Lampung – Lampung akan menjadi ruang temu bagi kenangan lama yang tak pernah benar-benar usai.

Tiga puluh lima tahun setelah Jambore Nasional 1991 di Bumi Perkemahan Wiladatika, Cibubur, para pesertanya kembali dipertemukan dalam satu semangat yang sama: mengabdi untuk negeri.

Sebanyak 11 provinsi dipastikan hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) yang akan digelar pada 19–21 Juni 2026 di Provinsi Lampung.

Bagi mereka, ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan perjumpaan lintas waktu antara kenangan masa muda dan tanggung jawab masa kini.

Ketua Panitia Rakernas, Juniardi, menyebut persiapan terus dimatangkan.

Hingga lima hari menjelang pelaksanaan, hampir seluruh kebutuhan teknis telah dirampungkan.

“Persiapan sudah sekitar 80 persen. Semua delegasi juga sudah mengonfirmasi kehadiran. Kami ingin memastikan momen ini berjalan hangat, bukan hanya tertib secara acara, tetapi juga bermakna secara emosional,” ujarnya.

Di balik rapat-rapat dan agenda formal, Rakernas ini menyimpan denyut yang lebih dalam.

Akan ada pembahasan tentang arah organisasi, penyusunan program strategis, hingga perumusan kontribusi nyata PJ91 untuk pembangunan daerah dan nasional.

Namun lebih dari itu, forum ini adalah cara mereka menjaga api kebersamaan tetap menyala.

Semntara itu, penegasan dari Ketua Umum PJ91, Teguh Santosa, mengingatkan kembali bahwa organisasi ini lahir dari sebuah peristiwa yang membentuk karakter Jambore Nasional 1991.

Sebuah titik awal yang mempertemukan ribuan anak muda dari seluruh Indonesia dalam semangat persaudaraan.

“PJ91 bukan sekadar wadah nostalgia. Ini adalah ruang untuk terus bertumbuh. Kami ingin anggota tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mengambil peran nyata dalam berbagai sektor kehidupan,” kata Teguh.

Ia menegaskan, misi organisasi ini menyentuh banyak aspek dari ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan.

Sebuah upaya kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai kepramukaan tetap hidup dalam tindakan nyata.

Di Lampung, semangat itu disambut dengan rasa bangga. Ketua PJ91 Lampung, Dedi Miryanto, melihat momentum ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.

“Kami tidak hanya menyambut tamu, tapi menyambut keluarga lama yang dipertemukan kembali. Ini soal rasa, soal kenangan, dan soal komitmen untuk kembali bergerak bersama,” ujarnya.

Rakernas PJ91 di Lampung, pada akhirnya, bukan hanya tentang keputusan-keputusan organisasi.

Ia adalah cerita tentang waktu yang berputar, tentang persahabatan yang bertahan, dan tentang tekad yang terus diperbarui bahwa dari sebuah perkemahan di masa lalu, lahir pengabdian yang tak lekang oleh zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *