Polemik Sekolah Siger, JPSI Beri Solusi untuk Walikota Eva Dwiana

Ketua Pemerhati Sosial Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan. Dok: Onetime.id.

Onetime.id, Bandar Lampung – Riuh Sekolah Siger yang diinisiasi Pemerintah Kota Bandar Lampung menuai kritik dari berbagai kalangan.

Program yang diniatkan sebagai terobosan itu kini dipersoalkan, terutama menyangkut kepastian status siswa yang tengah menempuh pendidikan di SMA Siger.

Ketua Pemerhati Sosial Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, menyatakan tetap mendukung niat Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Namun ia meminta pemerintah kota segera mengambil langkah konkret agar persoalan kelembagaan tidak berimbas pada hak belajar anak.

“Yang utama sekarang menyelamatkan status anak-anaknya. Jangan sampai mereka jadi korban situasi,” kata Ichwan kepada onetime.id pada Sabtu, (31/1/2026).

Ia mengusulkan skema kerja sama melalui hibah kepada sekolah swasta sebagai solusi cepat.

Dengan skema itu, siswa dari SMA Siger dapat dialihkan tanpa dibebani biaya, sementara proses administratif diselesaikan pemerintah.

“Kerja samanya bisa dengan hibah ke sekolah swasta sebagai pengganti biaya anak-anak dari SMA Siger,” ujarnya.

Selain itu, Ichwan menyinggung alternatif Sekolah Rakyat yang merupakan program pemerintah pusat dengan konsep pendidikan gratis dan fasilitas penuh.

Menurut dia, opsi tersebut dapat menjadi rujukan jika diperlukan.

“Sekolah Rakyat sudah jelas gratis dengan fasilitas lengkap. Itu juga sejalan dengan program Presiden,” katanya.

Ichwan berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung segera mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan siswa, sehingga polemik Sekolah Siger tidak berlarut dan mengganggu keberlangsungan pendidikan mereka.

“Kedepan kata Ichwan sehingga kedepan masyarakat tidak kecil hati jika anak-anaknya tidak diterima di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta,” tandas Ichwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *