Padi Lampung Tancap Gas, Produksi 2025 Tembus 3,2 Juta Ton

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni. Foto: Wildanhanafi/onetime.id.

Onetime.id, Bandar Lampung – Produksi padi Provinsi Lampung pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung mencatat produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 3,2 juta ton.

Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 2,79 juta ton.

“Produksi gabah kering giling padi Lampung tahun 2025 berada di angka 3,2 juta ton. Dibandingkan tahun 2024 yang sekitar 2,79 juta ton, berarti terjadi kenaikan kurang lebih 400 ribu ton atau sekitar 14 persen,” ujar Elvira pada Rabu, (7/1/2025).

Ia menjelaskan, memasuki Januari 2026 sebagian besar wilayah pertanian di Lampung telah memasuki masa panen.

Hanya sebagian kecil daerah yang belum panen, yakni di Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Metro.

“Untuk kabupaten lain rata-rata sudah tanam. Saat ini banyak tanaman masih dalam kondisi berdiri atau standing crop, termasuk di Kabupaten Pesawaran,” jelasnya.

Elvira menambahkan, di Kabupaten Pesawaran terdapat sekitar 60 hektare hamparan padi di Desa Kutoarjo yang menggunakan pupuk organik cair atau pupuk hayati cair melalui program Gubernur Lampung.

Penggunaan pupuk tersebut ditujukan untuk menghasilkan padi organik.

“Ini bagian dari program Pak Gubernur. Harapannya nanti hasil panennya adalah padi organik,” katanya.

Lebih lanjut, Elvira mengungkapkan bahwa pada akhir 2025 pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian akan mengumumkan capaian swasembada pangan nasional.

Pengumuman tersebut rencananya akan disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia bersamaan dengan panen raya di Karawang.

“Bapak Gubernur Lampung bersama Forkopimda Provinsi, Bupati Pesawaran, petani, dan penyuluh akan mengikuti secara daring kegiatan panen raya sekaligus pengumuman swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Selain padi, produksi komoditas pertanian lainnya di Lampung pada 2025 juga menunjukkan tren peningkatan, khususnya jagung.

Kenaikan produksi jagung didorong oleh alih komoditas dari singkong ke jagung dan padi.

“Jagung juga meningkat karena banyak petani yang beralih dari singkong. Namun alih komoditas terbanyak memang ke padi, dan itu terbukti dari kenaikan produksi yang mencapai sekitar 400 ribu ton,” pungkas Elvira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *