Onetime.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa kompetensi jurnalis tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga sikap, etika, dan kepatuhan terhadap nilai profesi.
Hal itu ia sampaikan saat mewakili Gubernur Lampung dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Lampung Angkatan XXXVII, pada Kamis, (11/12/2025), di Balai Wartawan Hi. Sofian Akhmad.
“Semua profesi memiliki kode etik. Dalam dunia pers, kepekaan moral dan integritas adalah kunci kepercayaan publik,” kata Ganjar.
Kegiatan UKW ini digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES).
Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Ganjar, disebutkan bahwa kompetensi jurnalis merupakan pilar penting untuk menjaga kredibilitas informasi, terutama di era digital ketika seluruh rekam jejak komunikasi mudah ditelusuri dan dianalisis.
“Wartawan harus makin cermat memilih diksi, memverifikasi data, dan memahami sensitivitas keberagaman masyarakat. Kepercayaan publik terhadap media akan ikut menentukan kualitas pembangunan daerah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap UKW menjadi momentum refleksi bagi wartawan untuk memperkuat integritas sekaligus menjaga stabilitas sosial demi mendukung percepatan pembangunan.
Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Iskandar Zulkarnain, dalam sambutannya mengingatkan bahwa integritas jurnalis kini menghadapi tantangan baru seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI).
“Di era AI, mudah bagi siapa pun menyalin atau memodifikasi berita. UKW akan menunjukkan apakah karya seorang jurnalis lahir dari profesionalitas atau hanya hasil tiruan. Jika ada pelanggaran, Dewan Pers bisa menyatakan tidak lulus,” kata Iskandar.
Ia menegaskan UKW bukan sekadar formalitas, tetapi ruang menjaga profesionalitas, komitmen pada organisasi, dan loyalitas terhadap kepentingan bangsa.
“Jurnalis kompeten akan dapat membedakan informasi yang layak dipublikasikan, mana yang harus diverifikasi, dan mana yang justru berpotensi merusak. Di sana fungsi kontrol sosial pers bekerja,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari PHE OSES. Manajer Area 2 perusahaan itu menyampaikan apresiasi atas sinergi dengan PWI Lampung.
“Peningkatan kompetensi jurnalis penting bagi terciptanya ekosistem informasi yang sehat. Ini sejalan dengan komitmen PHE OSES yang sejak 1970 berkontribusi bagi daerah,” katanya.
Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan Lampung merupakan provinsi dengan jumlah anggota PWI terbesar di Indonesia.
Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan dinamika sekaligus kebutuhan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
“Prioritas kami adalah peningkatan kompetensi. UKW adalah upaya untuk menjaga profesionalisme,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap teknologi digital tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan.
“AI hanyalah alat. Jurnalisme tetap membutuhkan empati, kejujuran, dan tanggung jawab hal yang tidak bisa digantikan oleh mesin,” kata Wirahadikusumah.






