Onetime.id, Indonesia – Perhimpunan Insinyur dan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mengutuk keras tindakan aparat Polda Metro Jaya yang menangkap Presiden BEM Fakultas Pertanian Universitas Riau, Khariq Anhar, di Bandara Soekarno-Hatta.
Khariq baru saja menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI) di Universitas Padjadjaran, Bandung.
IBEMPI yang dulu dikenal sebagai Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) merupakan wadah berhimpun seluruh organisasi mahasiswa tingkat fakultas pertanian di Indonesia.
Menurut PISPI, mahasiswa yang tergabung di dalamnya adalah aktivis dengan idealisme, intelektualitas, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Sekretaris Jenderal PISPI, Kamhar Lakumani, menilai penangkapan Khariq di tengah situasi sosial yang memanas akan memperburuk sentimen publik, apalagi setelah tragedi meninggalnya Affan, pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis saat aksi demonstrasi di Jakarta, 28 Agustus lalu.
“Cara-cara seperti ini bisa menimbulkan kesan bahwa polisi justru memperburuk citra pemerintahan Presiden Prabowo, seolah anti kritik dan kontra demokrasi. Padahal Presiden Prabowo berulang kali menegaskan memberi ruang terhadap kritik,” kata Kamhar, yang juga pernah menjabat Ketua Umum ISMPI periode 2002–2004.
PISPI mendesak Polda Metro Jaya segera membebaskan Khariq dan mahasiswa lain yang ditangkap saat unjuk rasa.
“Kami berharap kepolisian bekerja profesional, mengayomi rakyat, dan loyal pada bangsa serta negara. Bukan malah dituding publik sebagai ‘parcok’ atau polisi corong politik,” ujar Kamhar.






