Onetime.id, Bandar Lampung – Forum Pendidikan Kewarganegaraan (FORDIKA) Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas Lampung (Unila) menggelar Bela Negara (BENA) FORDIKA VIII 2026, Sabtu-Minggu (26-27 September 2026).
Kegiatan selama dua hari ini menjadi wadah pembentukan karakter mahasiswa melalui penguatan solidaritas, loyalitas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kesadaran sosial.
Mengusung tema “Pembentukan Karakter Mahasiswa melalui Nilai Bela Negara FORDIKA untuk Menguatkan Solidaritas, Loyalitas dan Kesadaran Sosial yang Tinggi”, kegiatan tersebut tidak hanya memaknai bela negara dari sisi pertahanan.
BENA FORDIKA juga diarahkan untuk menanamkan sikap tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, kecintaan terhadap tanah air, serta keberanian mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif bagi organisasi dan masyarakat.
Hari pertama kegiatan berlangsung di Lapangan Futsal dan Aula K FKIP Unila. Rangkaian acara diawali pengondisian peserta, senam bersama, sarapan, hingga pembukaan yang ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars FKIP Unila, dan Mars FORDIKA.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan dari dua pemateri yang memberikan perspektif berbeda mengenai kepemimpinan, karakter, wawasan kebangsaan, dan kedisiplinan.
Pemateri pertama yakni Bupati Lampung Barat, Drs. H. Parosil Mabsus, S.Pd., M.M., yang diwakili Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Barat, Ibu Partinia Parosil Mabsus, S.Pd., M.M.
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya mempersiapkan diri sebagai calon tenaga pendidik, tetapi juga menjadi generasi yang mampu mengambil peran dalam kehidupan sosial.
“Menjadi mahasiswa FKIP bukan hanya tentang menjadi seorang guru, tetapi tentang bagaimana ilmu dan karakter yang kita miliki mampu membawa perubahan serta memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam memaknai bela negara.
Mahasiswa dinilai dapat berkontribusi melalui ilmu, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, serta keberanian mengambil peran untuk menghadirkan perubahan positif.
Sementara itu, materi kedua disampaikan Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm. Roni Hermawan, S.H., M.M.
Materi tersebut memperkuat wawasan kebangsaan dan kedisiplinan mahasiswa sebagai bagian dari penerapan nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Bela negara, dalam konteks mahasiswa, dapat diwujudkan melalui kecintaan terhadap bangsa, kedisiplinan, loyalitas, tanggung jawab, kepedulian, serta komitmen menjaga persatuan.
Dua materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi. Kepemimpinan dan kontribusi sosial dipadukan dengan wawasan kebangsaan dan kedisiplinan.
Hari pertama juga diisi dengan ice breaking untuk membangun komunikasi dan kekompakan antarpeserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan arahan dan evaluasi.
BENA FORDIKA VIII 2026 diikuti mahasiswa angkatan 2025 dan 2026, sementara mahasiswa angkatan 2024 bertugas sebagai panitia.
Komposisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses kaderisasi dan penguatan kekeluargaan di lingkungan FORDIKA PPKn FKIP Unila.
Uji Kekompakan di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut di Saung Suka. Para peserta mengikuti sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengasah kekompakan dan kemampuan bekerja dalam kelompok.
Di antaranya adu yel-yel, makan siang bersama, serta berbagai kegiatan pos seperti wawasan kebangsaan dan pengetahuan umum, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), fun game, dan halang rintang.
Setiap kegiatan memiliki nilai pembelajaran tersendiri.
Adu yel-yel menjadi ruang bagi mahasiswa mengembangkan kreativitas dan kekompakan. Wawasan kebangsaan memperkuat pemahaman tentang identitas dan kehidupan berbangsa.
Sementara PBB menanamkan kedisiplinan dan ketertiban. Fun game melatih komunikasi serta kerja sama, sedangkan halang rintang menguji keberanian, strategi, ketahanan, dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Melalui rangkaian tersebut, BENA FORDIKA VIII 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan organisasi mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi ruang kaderisasi untuk memperkuat rasa memiliki, solidaritas, loyalitas, dan kekeluargaan di lingkungan FORDIKA.
Nilai bela negara pun diperkenalkan melalui tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, seperti disiplin, menghargai perbedaan, bertanggung jawab terhadap tugas, membangun kerja sama, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Melalui BENA FORDIKA VIII 2026, mahasiswa PPKn FKIP Unila diharapkan tidak hanya memahami nilai bela negara secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan akademik, organisasi, dan bermasyarakat.





