Mahasiswa PKL-KKN UIN RIL Gerakkan LATGAB Saka Kencana, 73 Pelajar Dibekali Isu Kependudukan dan Kesehatan Reproduksi Remaja

Bandar Lampung (Humas UIN RIL)  – Mahasiswa PKL-KKN BKKBN 2026 UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) turut menggerakkan pelaksanaan Latihan Gabungan (LATGAB) Saka Kencana Provinsi Lampung yang mempertemukan 73 anggota Saka Kencana dari 10 sekolah se-Kota Bandar Lampung.

Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung tersebut menjadi wadah bagi anggota Saka Kencana untuk mempererat kekeluargaan sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai isu kependudukan, kesehatan reproduksi remaja, ketahanan keluarga, serta Generasi Berencana.

LATGAB dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, S.Sos., M.Si. Kegiatan ini menjadi kali pertama anggota Saka Kencana dari berbagai sekolah di Bandar Lampung dipertemukan dalam satu kegiatan latihan gabungan.

Ia berharap LATGAB dapat melahirkan kader-kader Saka Kencana yang aktif dan mampu menjadi agen perubahan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya.

“Kami ingin adik-adik ini jadi duta. Duta yang mengenal isu kependudukan, berani bilang tidak pada NAPZA, paham kesehatan reproduksi, dan peduli kesehatan mental teman sebayanya,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan digawangi mahasiswa PKL-KKN BKKBN 2026 UIN RIL Kelompok 10, yakni Ammed Sihab, Atina Syifa, Dion Nata, dan M. Asyraf, dengan penanggung jawab Pamong Saka BKKBN Kencana Provinsi Lampung.

Ketua Pelaksana LATGAB, M. Asyraf, mengatakan kegiatan tersebut salah satunya bertujuan mempertemukan anggota Saka Kencana yang selama ini mengikuti latihan di sekolah masing-masing.

“Selama ini latihan hanya di sekolah masing-masing. Lewat LATGAB ini, adik-adik dari 10 sekolah bisa kenal, bisa tukar ilmu, dan tumbuh rasa kekeluargaan Saka Kencana se-Kota Bandar Lampung,” ujarnya.

Sebanyak 73 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Setiap sekolah mengirimkan perwakilan, dengan kegiatan didukung oleh 35 panitia.

Selama dua hari, peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan krida utama Saka Kencana. Materi Krida Kependudukan membahas bonus demografi dan berbagai tantangan kependudukan. Peserta juga mendapatkan materi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan risiko yang dihadapi remaja.

Selain itu, peserta dibekali materi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga serta Generasi Berencana dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Materi tersebut antara lain diarahkan pada pemahaman mengenai pencegahan pernikahan dini, NAPZA, dan kesehatan mental.

Penyampaian materi dilakukan melalui diskusi, simulasi, dan kegiatan outbound sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam aktivitas selama kegiatan berlangsung. (Rls-An/NF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *