Lampung, Persinggahan Jokowi untuk Melepas Rindu

Ketua Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Lampung, Sarhani. Dok: Ist.

Onetime.id, Bandar Lampung –  Akhir Juni 2026 nanti, Joko Widodo dijadwalkan kembali menginjakkan kaki di Lampung. Bukan lagi sebagai kepala negara, melainkan sebagai sosok yang ingin menyapa, mengingat, dan mungkin melepas rindu.

Sejumlah agenda telah disiapkan. Jokowi direncanakan mengunjungi beberapa titik, mulai dari ruang-ruang publik hingga tempat yang lebih akrab dengan kehidupan sosial masyarakat, seperti pondok pesantren dan lokasi bersejarah.

Ketua Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Lampung, Sarhani, menyebut kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan Jokowi kepada masyarakat Lampung wilayah yang turut menjadi bagian dari perjalanan politiknya selama dua periode memimpin Indonesia.

“Kunjungan ini juga menjadi momen temu kangen dengan masyarakat,” kata Sarhani, Senin, 8 Juni 2026.

Di Lampung Timur, Jokowi dijadwalkan mendatangi kawasan Taman Purbakala. Tempat itu bukan sekadar destinasi, tetapi ruang yang menyimpan jejak sejarah dan perjumpaan manusia lintas generasi.

Dari sana, ia akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik lain untuk bertemu langsung dengan warga.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah kunjungan ke pondok pesantren yang pernah ia datangi semasa menjabat presiden.

Kunjungan itu seperti membuka kembali halaman lama menghubungkan masa lalu dengan hari ini.

Sarhani memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat guna menjaga kelancaran agenda tersebut.

BRN Lampung, kata dia, juga siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan selama Jokowi berada di Lampung.

“Kami mengajak masyarakat untuk menyambut dengan penuh kegembiraan,” ujarnya.

Selain Lampung Timur, Jokowi juga dijadwalkan singgah di Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Tengah.

Rangkaian perjalanan itu tampak sederhana, namun bagi sebagian orang, kehadirannya mungkin lebih dari sekadar kunjungan melainkan perjumpaan kembali dengan sosok yang pernah begitu dekat dalam keseharian mereka sebagai pemimpin negara.

Di tengah aktivitas yang padat, kunjungan ini menghadirkan nuansa berbeda lebih personal, lebih hangat, dan barangkali lebih manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *