Onetime.id, Bandar Lampung – Modusnya kian berani. Mobil ambulans, yang seharusnya jadi simbol penyelamat nyawa, justru dipakai untuk mengangkut narkotika.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menggagalkan penyelundupan 15,739 kilogram sabu yang hendak dikirim ke Pulau Jawa.
Barang haram itu disembunyikan rapi di dalam mobil ambulans.
Direktur Ditresnarkoba Polda Lampung, Kombes Dwi Handono, mengungkapkan, kecurigaan aparat muncul saat ambulans yang melintas di kawasan Seaport Introduction Pelabuhan Bakauheni tidak membawa pasien.
“Ambulans itu tidak membawa pasien, isinya empat orang lelaki. Dari situ anggota curiga dan langsung melakukan pemeriksaan,” kata Dwi pada Jumat, (10/4/2026).
Kecurigaan itu terbukti. Saat digeledah, petugas menemukan bungkusan hitam berisi sabu yang disembunyikan di bawah jok belakang.
Total ada 15 paket yang dibungkus plastik hitam dan dililit lakban.
“Setelah diperiksa, ternyata berisi sabu. Disimpan di bawah jok belakang,” ujarnya.
Dari hasil penimbangan, total berat sabu mencapai 15,739 kilogram dengan nilai taksiran sekitar Rp22,5 miliar.
Angka yang menunjukkan skala operasi jaringan ini bukan kelas kecil.
Empat pelaku langsung diamankan. Mereka adalah RN (27), VR (35), TS (27), dan EC (39), warga Tangerang, Banten.
Polisi menduga mereka bagian dari jaringan yang memanfaatkan jalur penyeberangan Bakauheni sebagai lintasan distribusi menuju Jawa.
Pengungkapan ini terjadi pada Rabu (7/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kini, keempat pelaku ditahan di Mapolda Lampung, sementara penyidik masih memburu aktor utama di balik pengiriman sabu bernilai puluhan miliar tersebut.
Bakauheni kembali membuka tabir di balik lalu lintas kendaraan dan manusia, ada jalur gelap yang terus diincar jaringan narkoba bahkan dengan menyamar sebagai ambulans.






