Onetime.id, Bandar Lampung – Kebijakan efisiensi anggaran yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dipertanyakan.
Pasalnya, di tengah pemangkasan belanja daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pesawaran diduga masih mencairkan anggaran untuk belanja advertorial media.
Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, Kabag Kerja Sama Kominfo Pesawaran, Hendri, mengungkapkan biaya advertorial untuk media cetak mingguan mencapai Rp2,5 juta untuk sekali tayang.
“ADV cetak mingguan Rp2,5 juta sekali tayang,” ujarnya pada Kamis, (13/3/2026).
Hendri mengakui anggaran publikasi di Kominfo Pesawaran memang telah dipangkas besar sebagai bagian dari kebijakan efisiensi pemerintah daerah. Bahkan, pengurangannya disebut mencapai lebih dari 60 persen.
Pemangkasan itu berdampak pada sejumlah media yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Kominfo. Jatah publikasi mereka disebut ikut dikurangi.
“Coba tanya sama kasi teknisnya ya, soalnya anggaran publikasi efisiensi lebih dari 60 persen. Media yang sudah kerja sama saja jatahnya berkurang,” kata dia.
Meski demikian, saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait ketersediaan anggaran advertorial, Hendri justru menyarankan agar awak media mengonfirmasi langsung ke bagian kerja sama dinas tersebut.
Di sisi lain, redaksi memperoleh dokumen invoice dari salah satu media cetak yang menagihkan jasa advertorial kepada Kominfo Pesawaran.
Dokumen bertanggal 10 Maret 2026 itu ditujukan ke Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesawaran di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan.
Dalam invoice tersebut tercantum tagihan satu paket jasa advertorial dengan nilai Rp7,5 juta.
Temuan dokumen tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi kebijakan efisiensi anggaran yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pesawaran belum memberikan keterangan resmi terkait penggunaan anggaran publikasi tersebut, termasuk mekanisme pencairannya di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.






