Onetime.id, Bandar Lampung – Lampung Police Watch (LPW) menyoroti beban administrasi berbasis aplikasi elektronik yang harus dijalankan anggota kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas.
Polri didorong mengevaluasi sistem pelaporan digital agar tidak mengurangi waktu personel dalam melayani masyarakat.
MD Rizani, mengatakan Bhabinkamtibmas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah binaannya.
Selain melakukan pembinaan dan berinteraksi langsung dengan warga, mereka juga harus merespons berbagai persoalan di lapangan.
Persoalan tersebut mulai dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kebakaran, pohon tumbang, hingga berbagai laporan dan kebutuhan pelayanan warga.
Di tengah tugas tersebut, anggota juga dibebani kewajiban mengisi laporan melalui sejumlah aplikasi elektronik dengan jadwal tertentu.
Rizani menilai, penggunaan teknologi digital seharusnya membantu meningkatkan efektivitas kerja, bukan justru menambah beban administratif personel.
“Jangan sampai aplikasi yang seharusnya memudahkan justru menjadi beban kerja,” ujarnya pada Rabu, (21/10/2026).
Menurut dia, Polri perlu mengevaluasi jumlah aplikasi yang digunakan, mengintegrasikan sistem pelaporan, serta memangkas administrasi yang tidak efektif.
Dengan demikian, anggota tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengisi data berulang kali pada platform yang berbeda.
Perhatikan Kondisi Personel Senior
Rizani juga menyoroti kesiapan anggota, terutama personel senior berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dan Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu), dalam menghadapi tuntutan pelaporan berbasis teknologi.
Menurut dia, anggota senior memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat.
Namun, kemampuan mengoperasikan perangkat dan aplikasi digital tidak selalu sama pada setiap personel.
Karena itu, penerapan sistem digital perlu mempertimbangkan kesiapan anggota, termasuk kebutuhan pelatihan dan pendampingan agar mereka dapat menggunakan aplikasi secara optimal.
LPW mendorong Polri menyediakan sistem yang sederhana, mudah dioperasikan, dan tidak menyulitkan anggota dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Rizani menegaskan, modernisasi kepolisian tidak semata-mata diukur dari banyaknya aplikasi yang digunakan, tetapi dari sejauh mana teknologi mampu mendukung kinerja personel.
Menurut dia, keberhasilan pelayanan kepolisian semestinya terlihat dari kecepatan merespons laporan warga, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), serta menangani persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dukungan Operasional dan Kesejahteraan
Selain persoalan administrasi, LPW meminta dukungan operasional anggota kepolisian di lapangan turut menjadi perhatian, terutama kebutuhan kuota internet dan perangkat komunikasi untuk menunjang pelaporan digital.
Rizani menilai kebutuhan tersebut perlu diperhitungkan sebagai bagian dari dukungan kerja institusi, mengingat anggota harus menjalankan tugas lapangan sekaligus memenuhi kewajiban administrasi melalui perangkat elektronik.
“Anggota bekerja setiap hari untuk menjaga ketenteraman masyarakat. Kebutuhan operasional seperti kuota internet dan perangkat komunikasi perlu menjadi perhatian,” katanya.
Ia juga mendorong evaluasi kebijakan kesejahteraan personel, termasuk kemungkinan peningkatan insentif dan remunerasi sesuai kemampuan anggaran serta ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Rizani menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan harus berjalan beriringan dengan pengawasan, pembinaan, dan penegakan disiplin.
Menurut dia, kesejahteraan bukan satu-satunya faktor yang menentukan integritas anggota.
Namun, dukungan operasional yang memadai menjadi salah satu unsur penting dalam membangun institusi kepolisian yang profesional.
LPW berharap evaluasi terhadap sistem pelaporan digital, dukungan operasional, dan kebijakan kesejahteraan dapat meningkatkan efektivitas kerja Bhabinkamtibmas.
Dengan sistem yang lebih sederhana dan dukungan yang memadai, anggota diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugas utama, yakni menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.






