Onetime.id, Bandar Lampung – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Anas Urbaningrum, mengingatkan agar Kongres HMI di Lampung tidak hanya menjadi ajang dinamika politik dan pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang pertukaran gagasan untuk menjawab tantangan umat dan bangsa.
Menurut Anas, dinamika politik dalam kongres merupakan hal yang tidak terhindarkan.
Namun, proses tersebut perlu diimbangi dengan penguatan nilai organisatoris dan intelektual agar kongres menghasilkan lebih dari sekadar pemimpin baru.
Ia menilai, forum kongres harus menjadi ruang bagi kader untuk menyampaikan, memperdebatkan, dan mengolah berbagai pemikiran sehingga melahirkan gagasan yang relevan bagi masa depan organisasi.
“Kongres itu bukan hanya menghasilkan regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ada penyegaran-penyegaran pikiran,” ujar Anas usai mengisi sumplent materi Basic Training Raya HMI Cabang Bandar Lampung pada Selasa, (13/10/2026).
Anas menegaskan, gagasan yang berkembang dalam kongres semestinya tidak berhenti sebagai wacana internal organisasi.
Pemikiran tersebut perlu dirumuskan menjadi hasil kongres yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan umat dan pembangunan bangsa.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kepentingan politik, penguatan organisasi, dan tradisi intelektual dalam setiap tahapan kongres.
“Kalau warna politik sudah pasti, karena itu mesti diseimbangkan dengan warna organisatoris dan warna intelektualnya,” katanya.
Bagi Anas, kualitas kongres tidak hanya ditentukan oleh proses pemilihan pemimpin, tetapi juga oleh mutu pembahasan dan gagasan yang dihasilkan.
Proses yang baik diharapkan melahirkan keputusan yang dapat menjadi pijakan bagi keberlanjutan HMI.
Ia berharap Kongres HMI di Lampung berlangsung dengan baik dan menghasilkan rumusan yang menjanjikan bagi masa depan organisasi, sekaligus memperkuat peran HMI dalam menjawab persoalan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan dan pembaruan pemikiran perlu berjalan beriringan.
Dengan demikian, kongres tidak hanya menentukan siapa yang akan memimpin HMI, tetapi juga memperjelas arah perjuangan dan kontribusi organisasi bagi umat dan bangsa.






