Onetime.id, Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menggelar Basic Training Raya pada 9–13 Oktober 2026.
Sebanyak 550 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Lampung serta sejumlah cabang di luar Bandar Lampung mengikuti kegiatan kaderisasi tersebut.
Sejumlah alumni HMI mengunjungi lokasi pelatihan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung pada Sabtu, (10/10/2026).
Para senior HMI antara lain Ketua Bawaslu Lampung Iskardo P. Panggar, Ketua Bawaslu Pesawaran Fatihunnajah, dan Agus BN. Mereka disambut oleh Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, Tohir Bahnan.
Agus BN, alumnus HMI Komisariat Hukum Universitas Lampung, mengapresiasi pelaksanaan Basic Training Raya yang melibatkan ratusan calon kader.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses kaderisasi HMI tetap berjalan di tengah perkembangan era digital.
“Ini pertama kali digelar secara serentak dengan peserta yang sangat banyak. Ini merupakan bentuk bahwa kaderisasi di HMI masih hidup dan sangat dipertahankan,” kata Agus BN.
Ia mengingatkan para calon kader agar terus menempa diri, membangun loyalitas, dan menumbuhkan karakter yang bertanggung jawab.
Menurut dia, kader HMI perlu memiliki kapasitas akademis sekaligus kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Agus BN juga menyampaikan kebanggaannya karena masih banyak mahasiswa yang tertarik bergabung dengan HMI, salah satu organisasi mahasiswa tertua di Indonesia.
Ia mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dan berharap pelatihan itu dapat mengembangkan potensi kader agar mampu berkontribusi di berbagai bidang.
“Semoga ini menjadi bekal bersama untuk menggali potensi kader HMI agar siap ditempatkan di mana saja dan mampu menyesuaikan diri demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Sementata itu, Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung, Tohir Bahnan Alfatih, mengatakan Basic Training merupakan tahapan penting untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa dan daerah.
Menurut Tohir, penerimaan calon kader tidak semata-mata berorientasi pada jumlah peserta.
HMI juga mempertimbangkan kesungguhan dan komitmen mereka dalam berorganisasi serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Karena itu, proses penerimaan dilakukan melalui pemeriksaan berkas, tes tertulis, dan screening.
Tahapan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaring calon kader yang siap mengikuti proses pengaderan dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Ini adalah pertama kali diselenggarakan. Ini bentuk tanggung jawab HMI Cabang Bandar Lampung untuk menempa dan mempertahankan kaderisasi,” kata Tohir.
Ia berharap Basic Training Raya dapat melahirkan kader dengan kapasitas intelektual, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang memadai.
Para kader diharapkan mampu mengambil peran dalam pembangunan, terutama di Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung.
Tohir juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Eko Bagus Riyadi.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para alumni dan pihak lain yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Tohir, keterlibatan berbagai unsur masyarakat penting untuk memperluas ruang partisipasi dalam pembangunan tanpa membedakan latar belakang maupun agama.






