Pengabdian Tak Lekang, Ari Kurniawan Gugur di Latihan Pratugas

Prosesi pemakaman Alm Praka Marinir Ari Kurniawan. Dok: Ist.

Onetime.id, Bandar Lampung – Dusun 1 Desa Kalibening Raya, Rabu siang, 28 Januari 2026, larut dalam hening dan isak.

Karangan bunga berderet di jalan desa saat jenazah Praka Marinir Ari Kurniawan, 26 tahun, dimakamkan dengan upacara militer di kampung halamannya.

Ari pulang bukan sebagai prajurit cuti, melainkan dalam peti jenazah.

Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi orang tua, istri, dan warga yang mengenalnya sebagai pemuda pendiam, ramah, dan bertanggung jawab.

Sejak pagi, pelayat memadati rumah duka orang tua almarhum, Wawik, 60 tahun. Doa mengalir di antara bisik kenangan.

Tokoh masyarakat dan tetua desa ikut membantu prosesi pemakaman, menandai kuatnya ikatan Ari dengan kampung halamannya.

“Dia jarang bercerita tentang dirinya, tapi selalu memikirkan keluarga,” kata Indra, paman dari pihak istri Ari yang tinggal di Padang Cermin, Pesawaran.

Ari baru menikah. Istrinya tengah mengandung tujuh bulan.

Menurut keluarga, Ari berencana pulang setelah latihan pratugas untuk mendampingi istrinya menjelang persalinan rencana yang tak pernah terwujud.

Dentuman salvo memecah udara desa, mengiringi taburan bunga ke pusara. Tangis keluarga pecah di tengah doa.

Rekan-rekan Ari dari Yonif 9 Marinir/Beruang Hitam berdiri tegak, memberi penghormatan terakhir.

Praka Ari Kurniawan gugur saat mengikuti latihan pratugas di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026.

Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan latihan selama beberapa hari, menimbun area dengan tanah dan bebatuan.

Selain Ari, tiga prajurit Marinir lainnya dilaporkan meninggal dunia. Hingga Rabu, 28 Januari, 19 personel masih dalam pencarian.

Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja di medan labil dengan risiko longsor susulan.

Bagi warga Kalibening Raya, kepergian Ari menghentikan rencana kepulangan seorang anak desa, namun meninggalkan teladan tentang pengabdian dan keberanian.

“Ari gugur sebelum sempat menggendong anaknya sendiri,” ujar Indra.

“Kami berduka atas gugurnya para prajurit terbaik Marinir. Semoga keluarga diberi ketabahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *