Onetime.id, Bandar Lampung – Polemik yang menyeret nama anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Heti Friskatati, memasuki babak baru.
Sehari setelah menjalani sidang klarifikasi etik di Badan Kehormatan (BK) DPRD, Heti dicopot dari jabatannya sebagai pengurus DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung.
Pencopotan Heti diputuskan dalam rapat pleno diperluas DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026.
Keputusan tersebut kemudian dilegalkan melalui Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Nomor SKEP-03/DPDPG-I/LPG/I/2026 tertanggal 13 Januari 2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2020–2025 hasil revitalisasi.
Surat keputusan itu ditandatangani Ketua DPD Partai Golkar Lampung Hanan A. Rozak dan Sekretaris Aprozi Alam, serta disosialisasikan kepada jajaran pengurus dalam rapat DPD Golkar Kota Bandar Lampung pada Rabu, 14 Januari 2026.
Dengan keputusan tersebut, Heti Friskatati yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kota Bandar Lampung tidak lagi tercantum dalam struktur kepengurusan partai tingkat kota.
Selain mencopot Heti, rapat pleno juga menyepakati penyusunan kepengurusan baru sebagai bagian dari konsolidasi internal serta persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Kota Bandar Lampung yang sempat tertunda.
Sumber internal Partai Golkar membenarkan pencopotan tersebut dan menyebut keputusan diambil melalui pertimbangan organisasi.
“Golkar memiliki tahapan penilaian dan sanksi bagi kadernya, yakni prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, serta tidak tercela atau PD2LT,” kata sumber itu.
Pelaksana tugas Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandar Lampung, Riza Mirhadi, mengatakan revitalisasi kepengurusan dilakukan untuk memperkuat organisasi.
“Pengurus yang direvitalisasi akan menjalankan tugas hingga Musda. Loyalitas harus diberikan kepada Partai Golkar, bukan kepada individu,” ujar Riza.
Sebelumnya, Badan Kehormatan DPRD Kota Bandar Lampung menggelar sidang etik terhadap Heti Friskatati pada Kamis, 8 Januari 2026, menyusul kegaduhan dugaan intervensi proyek revitalisasi sekolah di Bandar Lampung.
Ketua BK DPRD Kota Bandar Lampung Yuhadi mengatakan Heti mengakui keberadaan tangkapan layar percakapan WhatsApp anaknya dengan pihak sekolah serta foto dan video yang menunjukkan dirinya berada di lingkungan sekolah.
Namun, Heti membantah terlibat langsung dalam proyek revitalisasi tersebut.
Menurut Yuhadi, Heti berdalih hanya melakukan kunjungan tanpa surat perintah tugas resmi dari DPRD karena mendapat telepon dari pihak sekolah.
Heti juga diketahui tidak ikut serta dalam inspeksi mendadak resmi Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung ke sejumlah sekolah yang menjadi objek temuan awal.
“Yang bersangkutan membenarkan foto dan video tersebut, tetapi membantah keterlibatan dalam proyek revitalisasi sekolah,” kata Yuhadi.






