Pengamat: Musda Mandek, Konsolidasi Golkar Bandar Lampung Tersandera Elite

Musda Golkar Bandar Lampung tersendat oleh elite politik partai. Ilustrasi: onetime.id.

Onetime.id, Bandar Lampung – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Lampung, Candrawansyah, menilai tertundanya musyawarah Partai Golkar Kota Bandar Lampung tanpa kepastian waktu berpotensi menimbulkan dampak serius bagi soliditas internal partai.

Menurut Candrawansyah, penundaan tersebut membuat proses konsolidasi partai, terutama hingga ke tingkat bawah, menjadi tersendat.

Padahal, konsolidasi merupakan kunci menjaga kekuatan mesin partai menjelang agenda politik ke depan.

“Tertundanya musyawarah ini tentu menghambat konsolidasi partai sampai ke akar rumput,” kata Candrawansyah pada Minggu, (11/1/2026).

Ia menilai dinamika pemilihan ketua dalam tubuh Partai Golkar Kota Bandar Lampung sejatinya merupakan hal positif.

Persaingan antarkader menunjukkan banyaknya kader yang merasa mampu dan siap menunjukkan kinerja apabila terpilih memimpin.

“Persaingan itu nilai plus. Artinya, kader Golkar masih hidup dan merasa punya kapasitas. Tapi dinamika ini harus disikapi secara cepat agar tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Candrawansyah menegaskan, tanggung jawab penyelesaian persoalan tersebut berada di tangan pimpinan atau pihak yang memiliki kewenangan di internal partai.

Menurut dia, dinamika politik internal tidak seharusnya berujung pada perpecahan.

“Pimpinan harus segera turun tangan. Jangan sampai terjadi konflik berkepanjangan, apalagi perpecahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Partai Golkar merupakan partai tua dengan pengalaman panjang dalam menghadapi dinamika internal.

Dengan jumlah kader yang besar serta basis massa yang jelas, persaingan menuju kursi ketua DPD Golkar Kota Bandar Lampung merupakan hal yang wajar.

Terkait persaingan antara Handitya Narapati dan Benny HN Mansyur, Candrawansyah menilai keduanya memiliki jaringan kuat hingga ke tingkat atas partai.

Karena itu, ia mendorong agar kedua figur tersebut segera dipertemukan guna menyelesaikan musyawarah daerah yang tertunda.

“Karena keduanya punya koneksi ke atas, seharusnya bisa difasilitasi untuk duduk bersama. Jika perlu, unsur partai di tingkat lebih tinggi turun tangan agar musda bisa segera diselesaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *